You are here: Penelitian Dosen Penelitian 2007 KARAKTERISTIK KONDISI SANITASI

KARAKTERISTIK KONDISI SANITASI

E-mail Print PDF

 

Dipublikasikan dalam Jurnal PONDASI Vol. 13 No. 2 Desember 2007

ISSN : 0853-814 X; Akreditasi No. 26/DIKTI/KEP/2005, tanggal 30 Mei 2005

 

 

KARAKTERISTIK KONDISI SANITASI LINGKUNGAN DI KAWASAN

PEMUKIMAN NELAYAN BANDENGAN KABUPATEN KENDAL

(CHARACTERISTIC OF ENVIRONMENTAL SANITATION CONDITION IN FISHERMAN HOUSING IN BANDENGAN REGION KENDAL MUNICIPALITY)

 

HermIn Poedjiastoeti*)

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan lingkungan di pemukiman nelayan Bandengan Kabupaten Kendal terkait dengan kondisi sanitasi yang tidak sesuai untuk kondisi standar layak suatu pemukiman. Upaya pelestarian lingkungan dan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat juga masih rendah.

Tujuan dari penelitian ini adalah menemu kenali kondisi eksisting terkait dengan kondisi dan pelayanan sanitasi dan bentuk peranserta masyarakat dalam peningkatan kualitas sanitasi lingkungan. Adapun analisis data yang digunakan meliputi analisis triangulasi, analisis deskriptif terutama untuk analisis data dan wawancara mendalam (indepth interview) dan hasil kelompok diskusi terfokus (FGD), analis kelembagaan dan stakeholder.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1. Kondisi sanitasi lingkungan di pemukiman nelayan (RW IV) Kelurahan Bandengan dilihat dari pemenuhan terhadap sarana sanitasi dasar tergolong masih buruk, sehingga kondisi tersebut belum bisa menjamin bahwa lingkungan perumahan dapat memberikan rasa nyaman dan bebas dari kemungkinan penyebaran penyakit. Hal ini dapat dilihat dari : i) kondisi rumah yang belum memenuhi kriteria rumah sehat, ii) kebiasaan masyarakat dalam buang air besar masih di sungai atau laut karena di RW IV yang memiliki jamban hanya 6 KK, iii) pengelolaan limbah cair belum dilakukan dengan baik karena masih banyak dijumpai penggenangan air limbah dari rumah tangga di pekarangan rumah dan air di saluran drainase yang tidak dapat mengalir karena saluran tertutup sampah, iv) sampah rumah tangga juga belum dikelola dengan baik, karena kebiasaan dalam membuang sampah masih dilakukan di sembarang tempat, di selokan, di pekarangan rumah dan di sungai. 2) Peran masyarakat dalam perbaikan dan peningkatan kualitas sanitasi lingkungan masih sangat minim sekali dan tidak dapat berkembang secara optimal. Hal ini karena dipicu oleh : i) pengetahuan masyarakat tentang sanitasi masih pada tingkat ”tahu”, artinya masyarakat dapat menyebutkan, menguraikan, menyatakan dan sebagainya, belum memunculkan sikap ataupun tingkah laku nyata, ii) masalah kemiskinan dan kurangnya akses terhadap berbagai fasilitas dan kebutuhan dasar, seperti pendidikan, kesehatan (pola hidup bersih) dan lain-lain.

Kata kunci : sanitasi lingkungan, pemukiiman nelayan, peran serta masyarakat

*) Dosen pada Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Unissula Semarang