You are here: Penelitian Dosen Penelitian 2009 MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

E-mail Print PDF

 

LAPORAN PENELITIAN

HIBAH BERSAING

Dibiayai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,

Departemen Pendidikan Nasional,

sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Hibah Penelitian Nomor: 070/SP2H/PP/DP2M/IV/2009, tanggal 6 April 2009

MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN KUALITAS SANITASI LINGKUNGAN

(STUDI KASUS: KAWASAN PEMUKIMAN BANDENGAN KABUPATEN KENDAL)

PENELITI :

HERMIN POEDJIASTOETI, SSi, MSi.

MILA KARMILAH, ST, MT.

JAMILLA KAUTSARY, ST, MTP.

RINGKASAN DAN SUMMARY

Permasalahan lingkungan di permukiman nelayan Bandengan banyak terkait dengan kondisi sanitasi yang tidak sesuai untuk kondisi standar layak suatu pemukiman. Hal ini terlihat dari minimnya pemenuhan sarana prasarana sanitasi dasar, pengetahuan masyarakat tentang sanitasi minim, budaya masyarakat pantai yang apatis dan adanya sistem nilai/hal yang ditabukan oleh masyarakat tentang jamban dalam rumah dan peran serta masyarakat dalam peningkatan kualitas sanitasi lingkungan yang masih rendah. Oleh karena itu penelitian ini betujuan untuk menyusun model pemberdayaan berdasarkan kajian/temuan studi serta melibatkan seluruh elemen masyarakat di permukiman nelayan tersebut.

Dari hasil beberapa kali FGD dapat diketahui permasalahan utama dalam pengelolaan sanitasi lingkungan adalah rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap sanitasi lingkungan, pembiayaan dan kemiskinan, rendahnya akses terhadap fasilitas sanitasi dan sifat apatis (peran serta masyarakat sangat rendah). Berpijak pada kondisi ini dan dengan memanfaatkan modal sosial yang ada yang berupa kelompok pengajian, maka dicoba mensimulasikan potensi dan masalah ini untuk dikembangkan menjadi suatu model pemberdayaan masyarakat nelayan dalam mengelola sanitasi lingkungan. Simulasi ini di lakukan melalui beberapa putaran dengan metode delphi, sehingga didapat satu bentuk model sederhana yang kami sebut dengan model Lestari Guyub Rukun.

Model pemberdayaan masyarakat di RW IV Kelurahan Bandana dilakukan melalui pembentukan organisasi Lestari Guyub Rukun, melalui penguatan modal sosial dalam konteks tata nilai setempat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan usaha pengenalan sanitasi dilaksanakan melalui : a. Pelatihan dan praktek pembuatan kompos skala rumah tangga, b. Pengelolaan air limbah dengan pembuatan saluran drainase dan c. Pengelolaan tinja dengan pembuatan jamban komunal dengan tangki septic.

Proses pemberdayaan masyakarat di Bandengan belum berjalan dengan maksimal dengan beberapa kendala diantaranya:

    1. Terbatasnya anggaran mengakibatkan seringkali program tidak bisa tuntas dilaksanakan,
    2. Keterbatasan waktu untuk dapat membuat kegiatan dan program sehingga belum terlaksana secara maksimal,
    3. Waktu untuk menyampaikan pelatihan kadang sangat sedikit dikarenakan nelayan (laki-laki) hanya mempunyai waktu pada hari Jumat

Sesuai dengan kegiatan yang telah dilakukan yaitu pengelolaan sampah rumah tangga, pembuatan jamban komunal dan pembangunan saluran drainase, yang masih sangat rendah pemahamannya adalah pada pemakaian jamban komunal, hal ini dikarenakan masih adanya anggapan dari masyrakat bahwa ini adalah kegiatan yang hanya dilakukan oleh “orang luar” sehingga kepedulian akan pentingnya kesehatan lingkungan menjadi belum maksimal.

Didalam proses perencanaan, pelaksanaan sampai pada tahap pengendalian penting kiranya setiap warga baik laki-laki dan perempuan akan memberikan dampak yang baik bagi proses pemberdayaan, namun kendala yang dihadapi pada pelaksanaan di Bandengan adalah bahwa perempuan yang sebagian besar ibu rumah tangga masih belum dapat memberikan pendapatnya baik dalam proses perencanaan, pelaksanaan sampai dengan tahap pengendalian. Seperti diketahui bahwa budaya patriarkhi masih cukup kental melingkupi kehidupan perempuan baik di kota maupun di desa. Sehingga mereka akan dengan rela memberikan kesempatan kepada laki-laki menjadi penyampai pesan.

Telah terjadi perubahan pola pikir pada diri warga tentang pentingnya peningkatan kualitas lingkungan, walaupun perubahan pola pikir ini belum serta merta membuat masyarakat menjadi merubah lingkungan menjadi lebih baik. Meskipun demikian perlu adanya kerjasama dengan lembaga/instansi pemerintah yang terkait dengan kegiatan tersebut diatas, agar hasil yang didapatkan lebih maksimal. Proses pemberdayaan masyarakat adalah sebuah siklus tanpa henti sehingga diharapkan akan terus dilakukan upya-upaya tersebut agar hasil yang belum maksimal ini menjadi lebih baik.